Rabu, 17 Oktober 2012

MAKALAH PARADIGMA


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang
Dalam konsep kebidanan kita mengenal adanya istilah paradigma dan asuhan kebidanan. Sebagaimana kita tahu paradigma berasal dari bahasa Latin/Yunani, yang berarti model/pola. Paradigma juga berarti pandangan hidup, pandangan suatu disiplin ilmu/profesi. Sedangkan istilah asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi, kegiatan, dan tanggung jawab bidan dalam pelayanan yang diberikan kepada klien yang memiliki kebutuhan dan atau masalah kebidanan (kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, keluarga, kesehatan reproduksi ,dan pelayanan kesehatan masyarakat). Dalam penjelasannya paradigma dan asuhan kebidanan memiliki keterkaitan atau timbal balik.
Dalam konsep kebidanan, paradigma dan asuhan kebidanan memiliki peran yang berkaitan. Namun masih banyak sebagian orang yang belum mengetahui keterkaitan keduanya. Oleh karena itu, dalam makalah ini penulis akan memberikan penjelasan mengenai keterkaitan keduanya yakni manfaat paradigma dikaitkan asuhan kebidanan. Diharapkan makalah ini memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan bagi kita semua, amin.


B.   Rumusan Masalah
Dari latar belakang yang telah dikemukakan di atas, maka dapat dirumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut :
1.    Apakah yang dimaksud Paradigma Kebidanan?
2.    Bagaimanakah manfaat dari Pardigma Kebidanan itu sendiri?



C.   Tujuan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dal penyusunan makalah ini, yakni sebagai berikut :
1.    Melatih kemampuan dalam jurusan kebidanan.
2.    Memperluas wawasan mengenai paradigma kebidanan.
3.    Menambah pengetahuan tentang pardigma kebidanan.
D.   Manfaat
Dalam makalah ini diharapkan adanya manfaat yang dapat diperoleh, yakni sebagai berikut :
1.    Sebagai bahan bacaan.
2.    Merupakan stimulant bagi mereka yang berminat dalam mempelajari paradigm kebidanan.
3.    Sebagai sarana belajar bagi pembaca.


BAB II
PEMBAHASAN

A.   Pengertian Paradigma 

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia edisi ke-3, paradigma adalah kerangka berpikir. Paradigma kebidanan adalah suatu cara pandang bidan dalam memberi pelayanan. Keberhasilan pelayanan tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan dan cara pandang bidan dalam kaitan atau hubungan timbal balik antara manusia/wanita, lingkungan, perilaku, pelayanan kebidanan.
(Suryani Soepardan, 2008; 27)
Paradigma kebidanan adalah suatu cara pandang bidan dalam memberikan pelayanan. (Mustika Syofyan, et al, 2004; 18)
Paradigma berasal dari bahasa Latin/Yunani, paradigma yang berarti model/pola. Paradigma juga berarti pandangan hidup, pandangan suatu disiplin ilmu/profesi. Kebidanan dalam bekerja memberi pelayanan profesi berpegang pada paradigma berupa pandangan terhadap manusia/perempuan, lingkungan, perilaku, pelayanan kebidanan dan keturunan. (Atik Purwandari, 2008; 48)
Paradigma adalah cara pandang seseorang terhadap suatu objek. Paradigma kebidanan adalah suatu cara pandang bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan. Paradigma atau cara pandang seseorang terhadap objek berpengaruh dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan suatu tindakan. Begitu juga dalam kebidanan, paradigma seorang bidan sangat mempengaruhi pengambilan keputusan dan tindakan seorang bidan. Paradigma kebidanan sangat penting untuk diketahui agar para bidan mempunyai pandangan yang sama terhadap individu dan lingkungan yang akan dihadapinya.
Bidan dalam bekerja memberikan pelayanan keprofesiannya berpegang pada paradigm, berupa pandangan terhadap manusia atau perempuan, lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan atau kebidanan, dan keturunan.
B.   Paradigma Asuhan Kebidanan
Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi, kegiatan, dan tanggung jawab bidan dalam pelayanan yang diberikan kepada klien yang memiliki kebutuhan dan atau masalah kebidanan (kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, keluarga, kesehatan reproduksi, dan pelayanan kesehatan masyarakat).
(Suryani Soepardan, 2008; 5)
Asuhan kebidanan adalah fungsi dan kegiatan yang tanggung jawab bidan dalam memberi pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/masalah dalam bidang kesehatan ibu di masa hamil, persalinan, nifas, bayi setelah lahir, serta keluarga berencana.(Atik Purwandari, 2008; 7)
Paradigma kebidanan adalah suatu cara pandang bidan dalam memberikan pelayanan. Keberhasilan pelayanan tersebut dipengaruhi oleh pengetahuan dan cara pandang bidan dalam kaitan atau hubungan timbale-balik antara manusia atau wanita, lingkungan, perilaku, pelayanan kebidanan, dan keturunan.

C.   Komponen Paradigma Kebidanan
Adapun Komponen-Komponennya, sebagai berikut :
.     1. Manusia
Perempuan, sebagaimana halnya manusia adalah makhluk bio-psiko-sosio-kultural yang utuh dan unik, mempunyai kebutuhan dasar yang unik dan bermacam-macam, sesuai dengan tingkat perkembangannya. Perempuan adalah penerus generasi, sehingga keberadaan perempuan yang sehat jasmani, rohani, dan social sangat diperlukan.
Perempuan sebagai sumber daya insane merupakan pendidik pertama dan utama dalam keluarga. Kualitas manusia sangat ditentukan oleh keberadaan atau kondisi perempuan atau ibu dalam keluarga. Para perempuan di masyarakat adalah penggerak dan pelopor peningkatan kesejahteraan keluarga.


2.    Lingkungan
Lingkunagn merupakan semua yang terlibat dalam interaksi individu pada waktu melaksanakan aktivitasnya, baik lingkungan fisik, psikososial, biologis maupun budaya. Lingkungan psikososoal meliputi keluarga, kelompok, komunitas, dan masyarakat.
Masyarakat merupakan kelompok paling penting dan kompleks yang telah dibentuk oleh manusia sebagai lingkungan social yang terdiri dari individu, keluarga dan komunitas yang mempunyai tujuan dan system nilai.
Perempuan merupakan bagian dari anggota keluarga serta unit komunitas. Keluarga, dalam fungsinya memengaruhi dan dipengaruhi oleh lingkungan di mana dia berada. Keluarga dapat menunjang kebutuhan sehai-hari dan memberikan dukungan emosional kepada ibu sepanjang siklus kehidupannya. Keadaan sosial ekonomi, pendidikan, kebudayaan dan lokasi tempat tinggal keluarga sangat menentukan derajat kesehatan reproduksi perempuan.
3.    Perilaku
Perilaku merupakan hasil dari berbagai pengalaman secara interaksi manusia dengan lingkungannya, yang terwujud dalam bentuk pengetahuan, sikap dan tindakan. Perilaku manusia bersifat holistic (menyeluruh). Adapun perilaku professional dari bidan mencakup :
a.       Dalam melaksanakan tugasnya berpegang teguh pada filosofi etika profesi       dan aspek legal.
b.   Bertanggungjawab dan mempertanggungjawabkan keputusan klinis yang  dibuatnya.
c.       Senantiasa mengikuti perkembangan pengetahuan dan keterampilan  mutakhir secara berkala.
d.       Menggunakan cara pencegahan universal untuk mencegah penularan  penyakit dan strategi pengendalian infeksi.
e.       Menggunakan konsultasi dan rujukan yang tepat selama memberikan asuhan kebidanan.
f.       Menghargai dan memanfaatkan budaya setempat sehubungan dengan praktik kesehatan, kehamilan, kelahiran, periode pasca persalinan, bayi baru lahir dan anak.
g.     Menggunakan model kemitraan dalam bekerjasama dengan kaum perempuanatau ibu agar mereka dapat menentukan pilihan yang telah diinformasikan tentang semua aspek asuhan, meminta persetujuan secara tertulis supaya mereka bertanggungjawab atas kesehatannya sendiri.
h.       Menggunakan keterampilan komunikasi.
i.      Bekerjasama dengan petugas kesehatan lain untuk meningakatkan pelayanan keseshatan ibu dan keluarga.
j.        Melakukan advokasi terhadap pilihan ibu dalam tatanan pelayanan.

Perilaku ibu selama hamil akan memengaruhi kehamilannya, perilaku ibu dalam mencari penolong persalinan akan memengaruhi kesejahteraan ibu dan janin yang dilahirkan, demikian juga perilaku ibu pada masa nifas akan memengaruhi kesehatan ibu dan bayinya.
Dengan demiku=ian perilaku ibu dapat memengaruhi kesejahteraan ibu dan janinnya.
4.    Pelayanan Kebidanan
Pelayanan kebidanan merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan, yang diarahkan untuk mewujudkan kesehatan keluarga dalam rangka tercapainya keluarga yang berkualitas. Pelayanan kebidanan merupakan layanan yang diberikan oleh bidan sesuai dengan kewenangan yang diberikan dengan meksud meningkatkan kesehatan ibu dan anak dalam rangka tercapainya keluarga berkualitas, bahagia dan sejahtera.
Sasaran pelayanan kebidanan adalah individu, keluarga dan masyarakat yang meliputi upaya peningkatan, pencegahan, penyembuhan, dan pemulihan.
Layanan kebidanan dapat dibedakan menjadi :
a.     Layanan kebidanan primer adalah layanan bidan yang sepenuhnya menjadi tanggungjawab bidan.
b.     Layanan kebidanan kolaborasi adalah layanan yang dilakukan oleh bidan sebagai anggota tim yang kegiatannya dilakukan secara bersamaan atau sebagai salah satu urutan dari sebuah proses kegiatan pelayanan kesehatan.
c.     Layanan kebidanan rujukan adalah layanan yang dilakukan oleh bidan dalam rangka rujukan ke system pelayanan yang lenih tinggi atau sebaliknya yaitu yang dilakukan oleh bidan sewaktu menerima rujukan dari dukun yang menolong persalinan, juga layanan rujukan yang dilakukan oleh bidan ke tempat atau fasilitas pelayanan kesehatan lain secara horizontal maupun vertikal atau ke profesi kesehatan lainnya. Layanan kebidanan yang tepat akan meningkatkan keamanan dan kesejahteraan ibu dan bayi.
5.    Keturunan
Kualitas manusia, di antaranya ditentukan oleh keturunan. Manusia yang sehat akan dilahirkan oleh ibu yang sehat. Ini menyangkut kesiapan perempuan sebelum perkawinan, sebelum kehamilan (pra-konsepsi), masa kehamilan, masa kelahiran, dan masa nifas.
Walaupun kehamilan, kelahiran, dan nifas adalah sangat penting dan mempunyai keterkaitan satu sama lain yang tak dapat dipisahkan, dan semua adalah tugas utama bidan.





D.   Manfaat Paradigma
Dengan paradigm kebidanan maka asuhan yang diberikan bidan harus berdasarkan pemikiran kritis pengambilan keputusan yang bertanggung jawab dengan ukuran rasional untuk menghindari intervensi yang tidak perlu sehingga paraktik kebidanan harus berdasarkan ukti (avidence based).
Salah satu manifestasi dari avidence based dalam Asuhan Sayang Iu (ASI) selama persalinan termasuk antara lain:
1.      Memberikan dukungan emosional
2.  Membantu pengaturan posisi
3.  Memberikan cairan dan nutrisi
4.  Memperbolehkan ke kamar mandi secara teratur
5.  Pencegahan terjadinya infeksi
Asuhan Kebidanan adalah penerapan fungsi dan kegiatan yang menjadi tanggung jawab dalam memerikan pelayanan kepada klien yang mempunyai kebutuhan/masalah dalam bidang kesehatan ibu pada masa hamil, masa bersalin, nifas, bayi setelah lahir serta keluarga berencana. Paradigma kebidanan bermanfaat bagi bidan dalam memberikan asuhan kebidanan antara lain:
a.  Manfaat Bagi Bidan
·      Membantu bidan dalam mengkaji kondisi klien
·      Membantu bidan dalam memehami maslah dan keutuhan klien
·      Memudahkan dalam merencanakan dan melaksanakan asuhan yang berkualitas sesuai dengan kondisi klien.
b.  Manfaat Bagi Pasien
·      Membantu klien untuk mendapatkan rsa nyaman dan aman dalam menerima asuhan kebidanan
·      Membantu klien dalam meningkatkan kemampuan berperan serta sebagai individu yang brtanggungjawab atas kesehatannya
·      Menigkatkan perilaku positif klien yang akan menigkatkan kesehatan ibu dan anak
Manfaat Paradigma dikaitkan denhgan asuhan kebidanan :
1.   Orang/individu/manusia adalah focus paradigm
2.   Orang/manusia harus bertanggung jawab terhadap kesehatan sendiri
3.   Manusia berinteraksi dengan lingkungan/masyarakat
4.   Lingkungan/masyarakat dapat mempengaruhi kesehatan
5.   Bidan sebagai manusia harus memiliki ilmu pengrtahuan untuk mengetahui bagaimana diri sendiri
6.   Dengan mengetahui diri sendiri diharapkan bidan dapat memahami orang lain.manusia lain. Sehingga bidan harus bersikap objektif dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada wanita-wanita.
7.   Sifat-sifat manusia harus diperhatikan, keterbukaan dan kesabaran antara hubungan bidan dan wanita sangat dibutuhkan.
8.   Interaksi antara bidan dan pasien mendorong keterbukaan hubungan bidan dengan wanita
9.   Bidan dan pasien saling membutuhkan
10.   Bidan harus menganggap pekerjaan sebagai suatu hal yang menarik, menumbuhkan ketertarikan dalam aspek kesehatan, contohnya saja dalam interaksi bidan-pasien dan dalam bekerja dengan teman-teman dan tim kesehatan lain.
Bidan memiliki peran unik dalam memberi pelayanan kesehatan bagi ibu dan anak, yakni saling melengkapi dangan tenaga kesehatan professional lainnya. Bidan adalah praktisi yang memberi asuhan kebidanan pada ibu hamil dan bersalin yang normal, asuhan terhadap kasus gangguan system reproduksi wanita, serta gangguan kesehatan bagi anak balita sesuai dengan kewenangannya. Bidan harus selalu mengembangkan dirinya agar mampu memenuhi peningkatan kebutuhan kesehatan kliennya (ibu dan anak)
Tugas bidan adalah memberi pelayanan atau asuhan kebidanan. Pelayanan atau asuhan kebidanan berfokus pada ibu dan balita. Lebih rincinya, pelayanan kebidanan mencakup pra-perkawinan, kehamilan, melahirkan, menyusui, dan nifas, serta pelayanan atau asuhan kebidanan pada bayi, balita, remaja, dan perempuan usia subur. Sesuaia dengan kewenangannya, bidan dapat melakukan pelayanan atau asuhan pada kasus-kasus patologis.
Memberi pelayanan kebidanan pada keluarga berencana juga merupakan tugas bidan. Setiap kegiatan bidan untuk mencegah penyakit, meningkatkan kesehatan, mengobati serta memulihkan kesehatan ibu dan anak sesuai dengan kewenangannya, dilakukan melalui asuhan atau pelayanan kebidanan.
Kata kebidanan memberi pengertian ilmu atau pengetahuan pokok yang dimiliki oleh seorang bidan, yang digunakan untuk melaksanakan tugas dan fungsinya dalam kegiatan kebidanan sesuai dengan kewenangan yang ditujukan pada calon ibu, ibu, dan anak balita. Kebidanan merupaka sistesis berbagai ilmu dan pengetahuan, mencakup ilmu obstetric, ilmu perilaku, ilmu mengenai kebutuhan manusia, dan ilmu social yang berkaitan dengan kesehatan ibu dan anak.
Ibu adalah sasaran utama pelayanan kebidanan. Ibu yang sehat akan melahirkan  bayi yang sehat. Masalah kesehatan bayi dimulai sejak terjadinyaa konsepsi bayi. Balita yang sehat menjadi modal utama dalam pembentukan generasi yang kuat, berkualitas, dan produktif di masa yang akan datang. Ibu sebagai individu juga memberi kontribusi yang penting bagi kesehatan dan kesejahteraan keluarga di masyarakat. Sebagai wanita, ibu juga bisa berperan di berbagai sector. Sebagai bagian dari keluarga, ibu dan anak yang sehat merupakan sasaran pelayanan atau asuhan kebidanan di Indonesia. Dengan demikian, fenomena kebidanan di Indonesia adalah masyarakat (ibu) yang berperilaku sehat, mau dan mampu memanfaatkan pelayanan atau asuhan kebidanan yang tersedia sehingga meningkatkan derajat kesehatan ibu dan balita. Penurunan angka kematian ibu melahirkan, bayi dan balita merupakan indikator keberhasilan pelayanan kesehatan. Dalam memberi pelayanan kebidanan perlu dipertimbangkan factor-faktor yang mempengaruhi kesehatan ibu dan anak seperti perilaku masyarakat, keturunan serta lingkungan, yag mencakup linkungan sosian dan ekonomi

E.  Konseptual Model Kebidanan
A.Konseptual model
Konseptual modal adalah gambaran abstrak dari suatu ide yang menjadi dasar suatu disiplin.model asuhan kebidanan berdasarkan pada kenyataan bahwa kehamilan,persalinan dan kelahiran merupakan suatu proses kehidupan yang normal.
B. Dalam model asuhan kebidanan termasuk
·            Memonitor kesejahteraan ibu baik fisik,psikologis maupun social dalam siklus kehamilan dan persalinan
·            Mempersiapkan ibu dengan memberikan pendidikan,konseling,asuhan pre-natal dalam proses persalinan dan melahirkan dan bantuan pada masa postpartum
·            Intervensi teknologi seminimal mungkin.
·            Mengindentifikasi dan memberiakan mbantuan obstetric yang dibutuhkan.
·            Melakukan rujukan yang membutuhkan penanganan spesialis obstretrik atau tenaga kesehatan yang lain.
C. Asuhan kebidanan
Asuhan kebidanan adalah penerapan fungsi, kegiatan dan tanggung jawab bidan dalam pelayanan yang diberikan kepada klaen yang memiliki kebutuhan dan masalah kebidanan (kehamilan, persalinan, nifas, bayi baru lahir, keluarga berencana, kesehatan reproduksi wanita,dan pelayanan kesehatan masyarakat.)
D. Tujuan Asuhan Kebidanan
Tujuan asuhan kebidanan adalah menjamin kepuasan dan keselamatan ibu dan bayinya sepanjang siklus reproduksi,mewujudkan keluarga bahagia dan berkualitas melalui pemberdayaan perempuan dan keluarganya dengan menumbuhakan rasa percaya diri.
a.Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada bayi bari lahir:
  • Mengkaji status kesehatan bayi baru lahir.
  • Menentukan diagnosa dan kebutuhan asuhan bayi baru lahir.
  • Menyusun rencana asuhan sesuai prioritas.
  • Melaksanakan asuhan sesuai dengan rencana yang telah dibuat.
  • Mengevaluasi asuhan yang telah diberika
  • Membuat rencana tidak lanjut.
  • Membuat rencana dan laporan asuhan yang telah di berikan
b.Tujuan memberikan asuhan kebidanan pada ibu dan masa persalinan:
  • Mengkaji kebituhan asuhan pada ibu dalam masa persalianan dengan resiko tinggi dan keadaan kegawatan yang memerlukan pertolongan pertama dengan tindakan kolaborasi
  • Menentukan diagnosa, prognosa, prioritas sesuai dengan factor resiko dan keadaan kegawatan
  • Menyusun rencara kebidanan-kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dengan pertolongan pertama sesuai prioritas
  • Melaksanakan asuhan kebidanan pada ibu dalam masa persalinan dengan resiko tinggi dan memberikan pertolongan pertamaa sesuai priopritas
  • Mengevaluasi hasil asuahan kebidanan dan pertolongan pertama
  • Menyusun rencana tindak lanjut, bersama klien atau keluarga
  • Membuat cacatan dan laporan


E.Proses Asuhan
Proses asuhan yang digambarkan dalam manajemen proses kebidanan dipengaruhi oleh :
1.    Aspek Jenis Tindakan atau Kegiatan yang di Lakukan :
·       Keputusan berlandaskan pemikiran kritis
·       Praktek asuahan bedasarkan fakta(efidece based)
·       Pengembalian keputusan yang bertanggung jawab
·       Pemalkaian teknologi secara etis
·       Menghormati budaya dan etik
·       Mengoptimalkan atau mengajarkan klien tentang promosi kesehatan, dengan memberi pilihan berdasarkan informasi dan penglibatkannya dalam pengambilan keputusan
·       Mempraktekkan perilaku sabar yang rasional, memberi advokasi bagi wanita, dan melibatkannya dalam pengambilan keputusan
2.    Aspek Strategi Asuhan yang Harus di Lakukan :
·       Menggunakan pendekatan yang ramah dan berpusat pada wanita
·       Menyesuaikan kealihan untuk memenuhi kebutuhan klien yang khusus
·       Melakukan intervensi dan rujukan yang tepat
·       Memelihara kepercayaan dan saling menghargai antara bidan dan klien
·       Memberi asuhan secara fleksibel dan kreatif
·       Mempromosikan dan mendukung hak asasi manusia ( HAM )



BAB III
PENUTUP

A.   Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang telah diuraikan pada bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan sebagai berikut :
1.    Dari penjelasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa paradigma kebidanan adalah pandangan seorang bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada klien sedangkan asuhan kebidanan adalah penerapan, fungsi, kegiatan, serta tanggung jawab bidan dalam memberikan pelayanan kebidanan kepada klien.
2.    Adapun manfaat paradigma dikaitkan dengan asuhan kebidanan adalah sebagai berikut :
a.   Manfaat Bagi Pasien
·      Menbantu bidan dalam memahami masalah dan kebutuhan klien
·      Membantu bidan dalam mengkaji kondisi klien
·      Memudahkan dalam merencanakan dan melaksnakan asuhan yang berkualitas seesuai dengan kondisi klien
b.   Manfaat Bagi Pasien
·      Membantu klien untuk mendapatkan rassa nyaman dan aman dalam menerima asuhan kebidanan
·      Memantu klien dalam meningkatkan kemampuan berperan serta sebagai individu yang bertanggung jawab atas kesehatannya
·      Menigkatkan perilaku positif klien yang akan meningkatakan kesehatan iu dan anak.

B.   Saran
Selain menarik kesimpulan di atas, penulis juga memberikan saran sebagai berikut :
1.    Sebagai generasi mudah agar lebih meningkatkan wawasan dan pengetahuan.
2.    Sebagai mahasiswa diharapkan mahasiswa dapat mengerti dan lebih memahami materi “PARADIGMA KEBIDANAN” dan sebaiknya mahasiswa lebih banyak mencari referensi pelengkap sehingga menjadi lebih paham akan materi tersebut.
3.    Diharapkan dosen dapat lebih memberikan penjelasan detail kepada mahasiswa sehingga mahasiswa lebih terbantu dalam memahami materi “PARADIGMA KEBIDANAN”.


















DAFTAR PUSTAKA



Kartini. 2011. Konsep Kebidanan. Kab. Bone: Batari Toja Watampone.
Lilahgreeny. 2011. Online. http://lilahgreeny.blogspot.com/2011. Akses 29 09 2012.
Lutfiati. 2011. Online. http://choiriatu_litfiati.blogspot.com/2011. Akses 29 09 2012.
Megawati. 2009. Kumpulan Materi Konsep Kebidanan. Watampone: Batari Toja
            Watampone.
Nurqueensha. 2011. Online. http://nurqueensha.blogspot.com/2011. Akses 29 09
            2012.